Aku adalah pengagummu sejak dulu. Mengagumimu dari jauh.
Aku ingat, saat SMA, aku akan datang lebih pagi. Duduk depan kelas atau menunggu di lantai dua. Kebanyakan bukan untuk belajar melainkan untuk bisa melihat gerikmu dari jauh. Kemudian merasa senang saat melihatmu baru datang, berjalan melewati lapangan upacara bersama temanmu sambil berbincang kadang dengan tawa.
Aku ingat, di sampingku ada teman, ia bilang menyukaimu. Aku hanya bisa memberi saran sembari memendam.
Aku ingat, saat sedang upacara bendera di Senin pagi. Aku bisa melihatmu di jajaran kelasmu. Tak sulit untuk menemukan sosokmu yang termasuk tinggi dan putih dan ceria, dan banyak yang suka. Sementara pembina upacara menyampaikan petuah, aku mencuri pandang padamu dengan sumringah.
Atau ketika pulang, atau libur, atau sedang pergi ke suatu tempat. Pulangnya, aku akan mengambil jalan memutar walau kutahu itu memakan waktu lama. Demi apa? Ya, demi melewati rumahmu. Maka aku akan memelankan laju motorku, dengan mata seolah mencari, namun sebagian besar selalu tak kutemukanmu. Namun aku tak pernah kapok untuk melakukannya. Hingga pernah sesekali, aku melihatmu berjalan menuju rumah. Aku jadi tahu bagaimana cantiknya kamu tanpa seragam. Maka motor akan aku pelankan, mataku mencuri pandang dan kemudian merasa senang. Ingin rasanya turun, menyapa, namun tak kulakukan.
Banyak orang yang menyukaimu, tentu saja, kamu adalah paket lengkap di sekolah. Cantik, baik dan juga juara kelas. Sementara aku bukan siapa-siapa. ***
Untuk pagi ini, itu dulu ceritanya. Bagaimana bila nanti dilanjut? Iya, terima kasih..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar